Ideologi - Ideologi Pendidikan

Dalam dunia pendidikan ada banyak ideologi yang digunakan, namun dalam artikel ini dikelompokkan menjadi tiga kelompok, yaitu:

1. Ideologi Konservatif
Faham ini memandang, bahwa ke tidak sederajat masyarakat merupakan suatu hukum keharusan alami, suatu hal yang mustahil bisa dihindari serta harus merupakan ketentuan sejarah. Perubahan sosial bagi penganut paham ini bukanlah sesuatu yang harus diperjuangkan, karena perubahan hanya akan membuat manusia lebih sengsara saja. Pada dasarnya masyarakat tidak bisa melakukan perubahan sosial, hanya tuhan yang bisa merencanakan keadaan masyarakat dan hanya dia yg tahu makna dibalik semua itu. Dengan demikian rakyat tidak memiliki kekuatan atau kekuasaan untuk merubah kondisi mereka.

2. Ideologi Liberal
Penganut paham ini berangkat dari keyakinan bahwa dalam masyarakat terjadi banyak masalah termasuk urusan pendidikan, namun masalah dalam pendidikan tidak ada kaitannya dengan persoalan politik dan ekonomi masyarakat.  Sehingga tugas pendidikan tidak ada sangkut pautnya dengan persoalan politik dan ekonomi. Namun pendidikan harus bisa menyesuaikan dengan kondisi eksternal tersebut (politik dan ekonomi).

3. Ideologi Kritis-Radikal
Pendidikan bagi kaum kritis ini merupakan arena perjuangan politik. Jika kaum konservatif, pendidikan diarahkan untuk menjaga status quo, sedangkan kaum liberal pendidikan diorientasikan untuk perubahan moderat;  maka ideologi kritis ini menghendaki pendidikan sebagai sarana perubahan struktur secara fundamental dalam politik, ekonomi, serta gender. Bagi kaum kritis, diskriminasi kelas serta gender dalam masyarakat tercermin pula dalam dunia pendidikan. Sehingga kaum kritis-radikal ini sangat bertentangan dengan kaum liberal dimana pendidikan dianggap terlepas dari persoalan kelas dan gender dalam masyarakat.

Kamu liberal memandang tugas utama pendidikan adalah menciptakan ruang berfikir serta bertindak untuk selalu kritis terhadap keadaan sistem serta struktur yang tidak adil dan menindas. Pendidikan tidak mungkin bisa bersikap netral, objektif, dan mengambil jarak dengan masyarakat (sebagaimana dianjurkan oleh positivisme). Maka visi pendidikan adalah melakukan kritik terhadap sistem yang dominan dan kelas dominan sebagai perwujudan atas pemihakan tarhadap rakyat kecil, kelompok miskin, atau kelas tertindas umumnya dalam rangka mewujudkan tatanan masyarakat yang lebih adil.

Dari ketiga ideologi diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa idielogi konsertavatif lebih kepada menjaga status quo dan tidak ada perlawanan sama sekali, sedangkan ideologi liberal berada di tengah-tengah dan mengandalkan 'scientific method' serta senantiasa bersifat objektif. Sedangkan ideologi terakhir yaitu ideologi kritis-radikal memandang bahwa pendidikan saharusnya dikritisi agar lebih memihak kepada rakyat kecil, kelompok miskin, dan kelas tertindas.

Rujukan:
Rahman, Arif. Kebijakan pendidikan: Analisis, Dinamika, dan Implementasi. Yogyakarta: Aswaja Perssindo,  2012.

Comments
0 Comments

0 comments:

Post a Comment

Silahkan tinggalkan komen,juga kritik dan masukan yang membangun, terima kasih ...