0

Ramadhan 1441 H: Prolog Mulai Menulis Blog Dengan Percaya Diri




(Ramadhan 1441 H)

Bismillah...

Mungkin ada sekitar beberapa bulan saya baru menulis lagi di blog ini, mengapa?? jujur saja dikarenakan saya belum memiliki motivasi atau alasan yang kuat mengapa saya harus menulis blog, seperti blogger-blogger lainnya yang suka menulis blog dan mungkin bisa posting setiap hari. Namun saya menyadari bahwa menulis blog atau sama dengan kegiatan menulis lainnya seperti menulis buku, artikel, jurnal, opini dan lain sebagainya tentunya akan memiliki banyak manfaat bagi diri kita sendiri.


Dan alasan yang lainnya mengapa saya tidak terlalu menggebu-menggebu untuk menulis blog karena saya tidak ingin terkenal, hehe dan juga belum PD (Partai Demokrat, he bukan!! Percaya Diri),  Namun disisi lain ingin dikenal sebagai penulis, tapi tidak ingin terkenal, mengapa? saya ingin hidup bebas, hidup dimana saya tidak ada beban dan bisa kesana kemari tanpa menjadi sorotan.


Namun semua orang hebat (Baca: orang yang berguna dan bermanfaat) adalah orang yang tentunya suka membaca dan maupun menulis. Jadi, jika saya ingin menjadi orang hebat mestinya juga suka membaca dan menulis, apalagi saya orang yang agak Introvert, maka cara saya agar bisa menjadi orang yang berguna adalah melalui membuat tulisan-tulisan yang saat ini sangat mudah untuk dilakukan, bisa dilakukan dimana dan kapan saja.


Saya juga teringat dengan nasehat A.Fuadi bahwa penulis itu diibarat adalah orang yang awet muda, mengapa?? karena walaupun penulisnya sudah meninggal dunia maka karya buku ataupun tulisan-tulisannya akan tetap hidup, seperti para ulama dan ilmuwan yang buku-bukunya yang mereka tulisan ribuan tahun yang lalu, masih bisa dibaca dan dimanfaatkan sampai sekarang ini.


0

Ujian Hidup

Sungguh hidup ini akan terus berputar, selama nyawa masih ada di dalam jazad manusia maka kita masih akan terus menjalankan kehidupan ini. Berbagai macam perasaan yang dihadapi dalam kehidupan ini, susah, senang, bahagia, marah, bosan, dan lainnya akan selalu menemani kita. 

Bila kita tidak berani untuk menghadapinya maka disitulah kita bisa menjadi berputus asa. Sebagai orang yang beriman semua ujian hidup akan dihadapinya dengan penuh optimis dan percaya diri. Karena yang selalu ditimbulkan dalam dirinya adalah sikap menganggap semuanya ada pelajaran yang bisa digali dan dipetik. Semuanya ada hikmahnya. 

Sekeras dan sesusah apapun ujian itu akan mudah dihadapinya, karena orang beriman selalu berprasangka baik kepada Allah Swt, dan sesungguhnya orang yang berhasil dalam ujian maka dia akan naik tingkatan kelas. Memiliki derajat yang lebih tinggi lagi. 

Utamanya disekolah kehidupan ini ada banyak ujiannya. Namun semuanya tergantung manusia bisa beradaptasi dan bisa menghadapinya agar bisa menjadi pribadi yang lebih dewasa dan lebih dicintai oleh Allah Swt. Intinya, sebisa mungkin tidak berputus asa karena setan akan sangat senang menggoda manusia agar berada dalam keputusasaan.

Dan sungguh beruntung orang yang sudah terlatih dengan kerasnya kehidupan, karena menjadikannya pribadi yang lebih mandiri, tidak mudah putus asa, tidak mudah mengeluh dan tidak manja dengan kehidupan ini. 

0

Perkembangan Zaman

Dengan adanya perkembangan zaman yang semakin cepat, persaingan di dalamnya juga semakin meningkat. Kata orang, dari zaman naik unta ke zaman naik Toyota. Dari zaman pertanian ke zaman industri, dari zaman hukum rimba ke zaman pemerintahan modern.

Semuanya melaju dengan cepat. Walaupun ada sebagian orang yang tidak bisa menerimanya dengan mempertahankan pemikiran konservatifnya. Namun mau tidak mau, harus dihadapi, agar tidak ketinggalan. Karena hal ini sudah menjadi ketentuan dan ketetapan sang pencipta Allah Swt.

Ketetapan Allah Swt, juga dengan adanya berbagai macam penyakit, corona, hiv, malaria, dll. Agar manusia bisa berfikir dan juga merupakan sumber kehidupan bagi manusia. Karena betapa banyak orang yang bisa hidup dari sana. Di sinilah kita sebagai manusia diajak untuk berfikir dan selalu berprasangka yang baik kepada Allah Swt. 

0

Pendidikan Karakter

Orang tua menyekolahkan anaknya, demi masa depan anak mereka yang lebih baik. Harapan orang tua yaitu berharap anaknya bisa melebihi mereka. Namun orang tua tidak hanya berharap anaknya bisa pintar dan cerdas di sekolah. Namun orang tua berharap anaknya bisa menjadi anak yang memiliki sopan dan santun, serta perilaku yang baik.

Itulah salah satu tujuan dari kurikulum yang dibuat sekarang ini, yaitu kurikulum pendidikan karakter atau kurikulum 2013. Aspek yang paling dinilai dari seorang anak adalah dari segi karakter atau akhlaknya, seperti sopan, patuh, disiplin, jujur, rajin, dan lainnya.

Melahirkan anak-anak yang berakhlak mulia memang susah-susah gampang, karena anak-anak memiliki karakter yang berbeda-berbeda. Penanganannya atau treatmen dalam menangani mereka tentu dilakukan dengan berbeda pula.

Hal ini juga dipengaruhi oleh kondisi sosialmereka, dari orang tua mereka dirumah, ataupun juga kondisi ekonomi mereka. Ada anak yang bandel atau susah diatur karena permasalahan yang dia bawah dari rumah, sehingga bermacam-macam lah persoalan yang dihadapi di sekolah.

Kondisi sekolah kita juga sekarang ini adanya klasifikasi di sana, dengan adanya pemisahan-pemisahan antar sekolah unggulan dan sekolah bengkel. Semua anak yang pintar disatukan disekolah unggulan tersebut sedangkan sisanya di berikan kepada sekolah nomor dua lainnya.

Bagi guru mengajar di sekolah unggulan mengajar senang-senang saja, anak yang dihadapi anak-anak yang patuh-patuh dan sopan. Sedangkan guru yang mengajar di sekolah yang dikategorikan sekolah bengkel itu memiliki tantangannya tersendiri. Bagi para guru tentunya memiliki pandangan yang berbeda-berbeda mengenai di sekolah mana mereka senang untuk mengajar.

Perlunya Anak dan Orang Tua Memiliki Visi yang Sama

Hal lainnya yang perlu menjadi perhatian bagi orang tua dalam mendidik anak mereka adalah memiliki kesamaan Visi dan tujuan yang sama. Faktor yang bisa menjadi pendukung agar adanya kesamaan Visi anak dan orang tua adalah adanya sikap kejujuran dari keduanya, sikap saling percaya, dan yang paling penting juga adanya komunikasi terbuka dari keduanya. 

Jika antara anak dan orang tua sudah memiliki sikap saling terbuka, jujur dan adanya kepercayaan satu dan lainnya. Maka harapan dalam hal mencetak anak yang bermanfaat, berkarakter atau beraklak, berprestasi insya Allah bisa tercapai. Sehingga peranan orang tua sungguh diharapkan disini. Karena diketahui bahwa usia anak-anak adalah usia dimana mereka suka meniru dan ingin selalu dibimbing. Orangtuanya lah yang perlu memberikan bimbingan kepada anaknya sebagai guru pertama di rumahnya, kemudian juga peranan dari guru di sekolah. Namun, yang lebih efektif dirasa disini adalah orang tuanya itu sendiri. 




0

Passion, Kharisma, dan Stand Up Comedy

Saya mengambil  tiga kata ini, untuk mengawali artikel saya kali ini. Mengapa saya mengambil ketiga kata ini? Karena tiga kata ini mudahan-mudahan bisa menjadi penyemangat bagi saya dan kita semuanya. Mengapa?

Ok saya bisa memulainya sekarang, mengapa ketiga kata ini saya bahas kali ini. Saya mulai dari cerita saya pagi ini yaitu entah mengapa saya kurang bersemangat dan termotivasi untuk mengerjakan tugas saya, yaitu menyelesaikan tugas akhir saya sebagai seorang mahasiswa semester akhir yang di sebut tesis.

Seperti biasanya bila saya kurang motivasi seperti ini, cara yang saya lakukan adalah mononton video-video motivasi baik yang sudah saya download di hp ataupun yang ada di you tube. Ada dua video yang saya tonton pagi ini yang kedua video ini juga yang menjadi bahan inspirasi dari ketiga judul artikel ini.

Video pertama yaitu dari Adian Surya di channel dia 'pagar kehidupan' dan Video Raditya Dika di Channel 'bulalapak'. Ada apa dengan kedua video ini?

Pertama, video-video Adian Surya membahas mengenai motivasi-motivasi kehidupan yang sebernarnya lebih kepada seperti kita mendengarkan suara radio dari pada visualisasi gambar dari video dia, orangnya pun tidak nampak dalam video tersebut. Tapi biarpun hanya suara saja, dia menyampaikan materinya dengan sangat apik terstruktur dan enak di dengarkan.

Kata-katanyapun meyakinkan sehingga membuat kita menjadi termotivasi. Salah satu video dari dia yang saya dengar pagi ini adalah mengenai penyebab orang yang fluktuatif motivasinya, seperti hari ini sangat termotivasi besoknya kendor lagi. Habis ikut seminar motivasi jiwanya membara ingin segera aktion, besoknya kendor lagi motivasinya. Apa penyebabnya? Menurut dia karena orang itu tidak mengejar passion dalam dirinya. Tidak berani melakukan hal-hal yang menjadi kata hatinya. Mengapa hal itu terjadi? bisa jadi karena termakan omongan orang lain, seperti kamu itu tidak pantas menjadi ini dan menjadi itu, atau karena dia merasa minder dengan keadaan dirinya.

Kemudian yang terjadi adalah tidak punya motivasi dalam dirinya, setiap hari yang dia lakukan adalah hal-hal yang biasa-biasa saja, bukan menjadi orang yang luar biasa karena dia mengerjakan bukan yang menjadi passionnya. Kemudian apa yang terjadi? Dia menjadi orang yang kurang berkharisma di mata orang lain.

Walaupun mungkin dia memiliki bentuk tubuh yang ideal dan lain sebagainya. Namun dia tetap tidak menjadi apa-apa. Berbeda dengan orang yang setiap harinya melakukan hal-hal yang dia cintai, walau yang dia lakukan itu kurang populer atau dia memiliki bentuk tubuh yang ideal dan lain sebagainya. Namun karena dia melakukannya dengan cinta maka apa yang dia lakukan itu akan menjadi hal-hal luar biasa dan menjadinya menjadi orang yang berkharisma. Karena orang merasakan manfaat akan dirinya.

Selanjutnya video yang kedua, yaitu dari Raditya Dika. Seorang comedian, penulis, you tuber dan banyak lagi yang mungkin dia sudah sangat populer bagi kaum millenial saat ini. Apa yang menarik dari video dia?

Saat dia menjadi speaker disebuah acara yang menurut saya diadakan oleh bukalapak. Yang dia sampaikan adalah mengenai passion dia yaitu komedi. Menurut dia komedi dan humor itu berbeda. Komedi itu adalah sesuatu yang serius. Maksudnya? Karena komedi itu di bawakan dengan formula tertentu, ada caranya dan ada ilmunya. Dan para komedian juga adalah orang-orang serius. Mengapa serius? Karena memang sebuah komedi seperti stand up comedy adalah dilakukan oleh orang-orang mereka juga orang-orang pandai secara intelektual, dengan menggunakan teknik-teknik tertentu. Sedangkan homur, menurut Raditya Dika, ya dilakukan sekedarnya saja, tanpa perlu teknik tertentu.

Kemudian apa ingin saya sampaikan dari kedua video ini? Yaitu dalam Stand Up comedy itu ada namanya setup dan puncline. Apa itu setup dan pancline? Setup adalah ekpektasi orang, harapan orang, suatu hal ideal. Sedangkan puncline yaitu patahan dari sesuatu yang seharusnya itu, sehingga puncline juga dalam stund up comedy disebut titik tawa.

Jadi dalam stand up comedy ada setup dan puncline. Contohnya seperti apa? Misalnya idealnya orang yang gagah, cantik, dan sebagainya itu memiliki suara yang bagus dan berwibah tapi menjadi lucu kalau dia malah memiliki suara yang cempereng atau bahasanya kayak orang kampung atah 'ndeso' kalau kata orang sini (jawa). Jadi, setupnya adalah orang yang gagah dan cantik idealnya memiliki suara yang bagus dan berwibawah. Namun punclinenya atau patahannya malah memiliki suara cempreng atau 'ndeso'. Seperti Dodit Mulyanto, stund up comedyan yang memiliki wajah yang 'ndeso' seperti orang kampung tapi sering menggunakan kata-kata yang gaul bahkan dalam penampilannya membawakan biola yang biasanya hanya orang kota yang punya.

Kesimpulan dari artikel ini dan apa yang ingin saya sampaikan dari kedua video tersebut bahwa hidup ini sebenarnya adalah penuh dengan komedi. Maksudnya? Yaitu Jangan takut untuk mengejar passion kita sehingga kita bisa berkharisma di hadapan tuhan dan manusia. Kita harus melakukan hal-hal yang luar biasa walaupun yang luar biasa itu tidak ideal dengan kondisi kita. Karena Di situlah punclinenya atau patahannya, dan menjadi lucu.

Kit bisa melalukan hal-hal yang luar biasa seperti menjadi penulis terkenal, presiden, orang kaya yang dermawan namun melihat kondisi kita yang tidak ideal karena mungkin kita berasal dari keluarga yang biasa-biasa saja, sekolahnya tidak tinggi-tinggi amat, tidak cantik dan ganteng, badan kecil, dan lain sebainya. Namun disitulah letak komedinya ada setup dan punclinenya. Idealnya tidak sesuai dengan ekspektasi. Punya fisik yang biasa-biasa saja tapi menghasilkan karya yang tidak biasa-biasa saja. Sehingga kita bisa dengan senang hati menjalankan passion kita walau tidak ideal itu, dan kita akan menjadi orang yang berkharisma dengan hasil karya kita itu dan bisa bermanfaat bagi orang lain. Tidak salah dalam Alquran, Allah sendiri mengatakan bahwa hidup ini adalah hanyalah sendau gurau, permainan (komedi) belaka. Mungkin inilah salah satu maksud dari ayat tersebut.

Jadi, jangan takut untuk mengejar passion kita, mari kita gali apa yang menjadi passion kita, jika sudah ketemu ayo kita perjuangkan untuk menghasilkan karya yang luar biasa sehingga menjadi orang yang berkharisma karena hidup hanyalah adalah komedi. Wassalam..