Orang tua menyekolahkan anaknya, demi masa depan anak mereka yang lebih baik. Harapan orang tua yaitu berharap anaknya bisa melebihi mereka. Namun orang tua tidak hanya berharap anaknya bisa pintar dan cerdas di sekolah. Namun orang tua berharap anaknya bisa menjadi anak yang memiliki sopan dan santun, serta perilaku yang baik.
Itulah salah satu tujuan dari kurikulum yang dibuat sekarang ini, yaitu kurikulum pendidikan karakter atau kurikulum 2013. Aspek yang paling dinilai dari seorang anak adalah dari segi karakter atau akhlaknya, seperti sopan, patuh, disiplin, jujur, rajin, dan lainnya.
Melahirkan anak-anak yang berakhlak mulia memang susah-susah gampang, karena anak-anak memiliki karakter yang berbeda-berbeda. Penanganannya atau treatmen dalam menangani mereka tentu dilakukan dengan berbeda pula.
Hal ini juga dipengaruhi oleh kondisi sosialmereka, dari orang tua mereka dirumah, ataupun juga kondisi ekonomi mereka. Ada anak yang bandel atau susah diatur karena permasalahan yang dia bawah dari rumah, sehingga bermacam-macam lah persoalan yang dihadapi di sekolah.
Kondisi sekolah kita juga sekarang ini adanya klasifikasi di sana, dengan adanya pemisahan-pemisahan antar sekolah unggulan dan sekolah bengkel. Semua anak yang pintar disatukan disekolah unggulan tersebut sedangkan sisanya di berikan kepada sekolah nomor dua lainnya.
Bagi guru mengajar di sekolah unggulan mengajar senang-senang saja, anak yang dihadapi anak-anak yang patuh-patuh dan sopan. Sedangkan guru yang mengajar di sekolah yang dikategorikan sekolah bengkel itu memiliki tantangannya tersendiri. Bagi para guru tentunya memiliki pandangan yang berbeda-berbeda mengenai di sekolah mana mereka senang untuk mengajar.
Perlunya Anak dan Orang Tua Memiliki Visi yang Sama
Hal lainnya yang perlu menjadi perhatian bagi orang tua dalam mendidik anak mereka adalah memiliki kesamaan Visi dan tujuan yang sama. Faktor yang bisa menjadi pendukung agar adanya kesamaan Visi anak dan orang tua adalah adanya sikap kejujuran dari keduanya, sikap saling percaya, dan yang paling penting juga adanya komunikasi terbuka dari keduanya.
Jika antara anak dan orang tua sudah memiliki sikap saling terbuka, jujur dan adanya kepercayaan satu dan lainnya. Maka harapan dalam hal mencetak anak yang bermanfaat, berkarakter atau beraklak, berprestasi insya Allah bisa tercapai. Sehingga peranan orang tua sungguh diharapkan disini. Karena diketahui bahwa usia anak-anak adalah usia dimana mereka suka meniru dan ingin selalu dibimbing. Orangtuanya lah yang perlu memberikan bimbingan kepada anaknya sebagai guru pertama di rumahnya, kemudian juga peranan dari guru di sekolah. Namun, yang lebih efektif dirasa disini adalah orang tuanya itu sendiri.
