Sir Karl Reymund Popper adalah salah seorang filsuf besar pada abad ke 20 yang di lahirkan di vienna, Austria pada tanggal 28 Juli 1902 dan meninggal di london, Inggris pada tanggal 17 September 1994 dalam usia 92 tahun. (Wikipedia)
Beliau dikenal dengan falsifikasinya, yaitu teori yang berlawanan dengan verifikasi yang terkenal pada masa itu. Yang mana verifikasi adalah pengambilan kesimpulan atas sebuah temuan dengan metode induktif.
Verifikasi dengan proses pengambilan kesimpulan atas teori atau ilmu yaitu melakukan observasi lalu melakukan pengamatan kemudian di ambil sebuah kesimpulan.
Sedangkan falsifikasi Karl R. Popper berbeda dalam pengambilan kesimpulannya, falsifikasi dalam menguji sebuah teori di awali dengan sebuah keraguan atas teori tersebut, atau berani berbeda dengan teori yang ada. Sehingga falsifikasi sangat kritis terhadap sebuah teori.
Hal ini pula yang menjadikan sebuah ilmu pengetahuan sangat terbuka untuk di kritisi. Sehingga dalam presfektif falsifikasi, ilmu pengetahuan tidak ada yang memiliki kebenaran mutlak, yang ada adalah mendekati pada kebenaran.
Seperti contoh berikut perbedaan verifikasi dan falsifikasi, di ambil contoh apabila warna merah dicampur dengan warna putih maka akan menghasilkan warna pink, sehingga bisa di verifikasi sebuah temuan bahwa, pencampuran merah dan putih adalah pink.
Namun bagi falsifikasi kita harus meragukan terlebih dahulu apakah benar hanya pencampuran warna merah dan putih bisa menjadi pink atau ada pencampuran lain yang bila di campurkan akan menghasilkan warna pink.
Sehingga dari contoh tersebut terlihat perbedaan verifikasi dan falsifikasi. Verifikasi tanpa melakukan kritisisasi terhadap sebuah teori dan menerima apa adanya, sedangkan falsifikasi di awali dengan sebuah keraguan atau penguji cobaan lebih lanjut, dan berani berbeda dengan teori yang ada, dan juga falsifikasi akan melahirkan sebuah curiocity atau rasa ingin terhadap teori sangat tinggi.
Dan bagi falsifikasi, ilmu pengetahuan itu tidak memungkinkan, untuk harus di terima namun bagi falsifikasi ilmu pengetahuan itu bisa diterima.
Sumber:
Mata kuliah filsafat ilmu, tema falsifikasi Karl R. popper, magister MPI UIN Suka Yogyakarta, 28 November 2017.
