Ideologi-Ideologi Politik Besar Dunia (2 Selesai)

3. Sosialisme dan Komunisme
Ideologi sosialisme merupakan ideologi yang menekankan pada pandangan kemanusian (humanitarian) dan kesempurnaan watak manusia. Ideologi ini hadir sebagai reaksi atas revolusi industri yang kurang menghargai kemanusiaan khususnya kelompok buruh industri di satu sisi;  serta munculnya kelompok pemodal besar (kapitalis)  yang serakah pada sisi lain. Sehingga sosialisme hadir dengan cita-cita menegakkan keluhuran budi antar manusia serta keadilan sosial dalam masyarakat;  tidak ada penindasan satu terhadap lainnya dan tidak ada sikap-sikap serakah dari seseorang.

Namun demikian cita-cita luhur tersebut, dalam pandangan sosialisme, terhalang adanya lembaga hak milik pribadi (private property)  atas sarana produksi. Karenanya lembaga hak milik harus dihapuskan dan diganti dengan kepemilikan bersama atas sarana produksi tersebut;  sehingga ketimpangan distribusi kekayaan bisa dihindari.

Dalam rangka menghapuskan hak milik atas sarana produksi serta mengubah kapitalisme pada umumnya, ideologi sosialisme menghendakinya dengan cara damai dan demokratis. Usaha ini harus dilakukan secara bertahap untuk mencapai masyarakat sosialis yang dicita-citakan.

Berbeda denga sosialisme yang menghendaki perubahan secara damai dan bertahap, tetapi komunisme justru menghendakinya dengan cara revulusi. Dalam pandangan komunisme, kapitalisme tidak akan bisa diganti dengan sosialisme manakala tidak dilakukan dengan cara paksa melalui gerakan buruh (proletar). Sehingga pada tahap awal sebelum menuju pada terciptanya kesamaan hak milik serta keadilan sosial, maka pada tahap transisi ini harus dengan bantuan negara dibawah diktator proletariat untuk mengambil alih hak milik dalam kontrol negara.

4. Fasisme
Faham fasisme ini sebenarnya lebih merupakan gaya politik daripada ideologi sebagai perangkat gagasan tentang kebaikan bersama (the common goods). Faham ini merupakan tipe nasionalisme yang romantis dengan kemegahan upacara dan simbol-simbol yang mendukung kepada kebesaran negara.

Untuk mencapai hal-hal diatas, menurut faham ini, harus ada seorang pemimpin karismatik sebagai simbol kebesaran negara yang didukung oleh massa rakyat yang fanatik. Untuk mewujudkan dukungan massa rakyat yang fanatik, diperlukan adanya indoktrinasi, slogan, dan simbol-simbol yang bisa ditanamkan oleh sang pemimpin karismatik beserta aparatnya.

Faham ini pada saat sekarang cenderung muncul sebagai kekuatan reaksioner sayap kanan (right wing)  di negara-negara maju seperti skin head dan kluk kluk klan di amerika serikat dalam mempertahankan supremasi kulit putih.

5. Anarkhisme
Anarkhisme merupakan sebuah ideologi yang bercita-cita bahwa kebebasan individu adalah segala-galanya. Kebebasan individu sepenuhnya adalah kebebasan tanpa peringkat atau wewenang, kebebasan tidak oleh apapun. Kebebasan yang dimaksud bisa diwujudkan hanya setelah negara dan lembaga-lembaga penopangnya dapat dihancurkan dan dileburkan. Oleh karenanya ideologi ini lebih menekankan kekerasan anarkhis dalam memperjuangkan cita-citanya.  Kekerasan anarkhis yang dimaksud harus dilakukan oleh individu per individu dan bukan oleh kelompok-kelompok atau organisasi yang menganut garis-garis besar secara menyeluruh untuk mewujudkan anarkhisme.

Sebagai contoh dapat disebutkan antara lain haymarket di Chicago tahun 1886, pembunuhan terhadap presiden William Mc Kinley tahun 1901, peledakan gudung supermarket di oklohama tahun 2000, sabotase ledakan kereta api di real madrid Spanyol tahun 2007, dan kejadian-kejadian yang menggemparkan lainnya.  Contoh yang lebih rinci misalnya dapat disebutkan yaitu yang berkaitan dengan Mikhail Bakunin (1814-1876), terlahir dari keluarga aristokrat Rusia, akan tetapi kemudian percaya bahwa kebebasan individu sepenuhnya hanyalah bisa diwujudkan melalui penghancuran lembaga-lembaga miliki negara sampai pada penghilangan atau tidak adanya negara. Akhirnya Mikhail Bakunin banyak melakukan tindakan-tindakan anrkhis. Contoh-contoh kejadian anarkhis tersebut sebagai bukti dari gerakan yang dilakakuan penganut anarkhisme.

Kaum anarkhist umumnya dikesankan dengan tipologi manusia yang memiliki ciri-ciri rambut gondrong, berjanggut besar, hangar bingar, badan bertato dan menggenggam bom ditangannya. Bahkan dewasa ini, kaum anarkhist digolongkan sebagai kaum teroris.

Simpulan
Dari berbagai paparan Idoelogi-ideologi besar politik didunia, disimpulkan sebagai berikut: (1) Ideologi liberalisme yaitu ideologi yang ingin memberikan kebebasan yang sebesar-sebesarnya kepada kelompok individu yang ada dalam kehidupan masyarakat tanpa ada tekanan; (2) Ideologi Konserfatisme yaitu memandang bahwa individu-individu dalam masyarakat tersebut tidak semestinya diberikan kebebasan yang besar, yang mengakibatkan menjadi tidak peduli dengan hal sekitarnya sehingga perlunya ada keteraturan sosial;
(3) Ideologi Sosialisme dan Komunisme yaitu memandang hadirnya keadilan sosial dapat diwujudkan dengan kepemilikan bersama sehingga tidak ada hak milik pribadi, sehingga ketimpangan kekayaan bisa dihindari. Sosialisme sendiri ingin mencapainya dengan cara damai, demokrasi, dan bertahap. Sedangkan Komunisme ingin mencapainya dengan cara revolusi dengan gerakan paksa oleh para buruh (proletar) dibawah negara diktator proletar;  (4) Ideologi Fasisme yaitu mengedepankan nasionalisme yang romantis dengan upacara dan simbol-simbol yang mendukung kekuasaan negara, yang dicapai melalui seorang tokoh yang kharismatik sebagai simbol kebesaran negara didukung oleh massa rakyat yang fanatik; (5) Ideologi Anarkhisme memandang bahwa kebebasan individu adalah segala-galanya, yang bisa dicapai bila lembaga-lembaga negara dan penopangnya di hancurkan, olehnya ideologi ini lebih menekankan kekerasan dalam memperjuangkan cita-citanya. Dewasa ini kaum ini golongkan sebagai kaum teroris.

Rujukan
Rohman, Arif. Kebijakan Pendidikan: Analisis Dinamika Formulasi, dan Implementasi. Yogyakarta: Aswaja Pressindo, 2012.

Comments
0 Comments

0 comments:

Post a Comment

Silahkan tinggalkan komen,juga kritik dan masukan yang membangun, terima kasih ...