Mata Kuliah ini diampuh oleh Bapak Dr Karwadi, M. Ag dosen pascasarjana UIN Sunan Kalijaga.
Mata kuliah dengan judul filsafat ilmu: topik-topik epiatimologi ini adalah mata kuliah pokok bagi mahasiswa s2 di UIN Sunan Kalijaga sehingga hampir semua mahasiswa s2 di semester 1, bertemu dengan mata kuliah ini.
Mata kuliah filsafat ilmu ini hanya difokuskan kepada satu cabang saja dari filsafat yaitu epistimologi yang di ketahui cabang filsafat itu ada 3 yaitu ontologi, epistimologi dan aksiologi.
Ontologi tentang hakekat ilmu, epistimologi tentang cara mendapatkan ilmu dan mengembangkannya dan aksiologi yaitu tentang nilai atau untuk apa ilmu itu.
Kemudian review dari kuliah ini saya hanya menulis pada apa yang saya sempat catat pada saat perkuliahan saja.
Bahwa seorang mahasiswa apalagi mahasiswa pascasarjana itu berada pada level 8 dalam kurikulum kkni, mahasiswa s1 level 6, dan pengembangan profesi level 7.
Bahwa seorang mahasiswa pasca harusnya bisa menguasai minimal 3 yaitu tentang ajaran-ajaran normatif (al quran dan hadits), filsafat dan sejarah yang mana fazlurrahman memaknai sejarah dengan double movement (tiga rentang waktu, masa lalu, sekarang dan akan datang).
Kemudian sistem pembelajaran bagi seorang mahasiswa adalah menggunakan sistem andragogik atau pembelajaran orang dewasa yaitu mahasiswa hanya bisa mendapatkan materi dari dosen sekitar 25% sedangkan 75%nya dari mahasiswanya sendiri yang sudah bisa mengembangkannya.
Berbeda dengan tingkatan tk, sd, smp dan sma menggunakan sistem pedagogik yang mana maksimal anak-anak mendapatkan materi dari gurunya sekitar 50% itu pada level sma 50%nya dia sudah bisa kembangkan sendiri/cari tugas sendiri, level smp 75% mandapatkan materi dari gurunya, sedangkan 25%nya sudah bisa dia kembangkan sendiri.
Sedangkan level sd dan tk 100% mendapatkan materi dari gurunya dan belum bisa dia kembangkan sendiri.
Olehnya itu seorang mahasiswa adalah orang yang sudah pada level orang dewasa dan mereka orang yang dalam jiwanya ingin merdeka dalam mengambil sikap.
Kemudian dalam tradisi keilmuan barat dan Islam memiliki perbedaan yaitu barat hanya memiliki dua, rasional dan emperisme sedangkan tradisi Islam dikenal ada empat yaitu rasional, emperisme, ethis/urf, dan transendental (Wahyu) sehingga membicarakan tentang transendental bagi orang barat adalah delusion (omong besar/sia-sia).
Dan dalam pembuatan karya ilmiah bagi mahasiswa s1 itu hanya pada taraf deskriptif (menggambarkan/apa) mahasiswa s2 deskriptif analitif (mengapa dan apa) sedang s3 (apa, mengapa, bagaimana).
