Iman Bertambah dan Berkurang

Mengambil dari perkataan Rasulullah Saw, bahwa iman itu bertambah dan berkurang adalah sebuah entitas yang nyata adanya.

Bahwa ketika kita lagi dalam keadaan tinggi-tingginya iman kita, maka beribadah itu terasa sangat nikmat dan kita seakan dekat dengan Allah.

Namun ketika iman lagi dalam keadaan sedang dan biasa saja, maka beribadah juga biasa saja. Dan ini normal karena sesuai dengan perkataan Rasulullah tadi dan kenyataannya juga begitu.

Mengapa hal tersebut terjadi karena kita adalah manusia makhluk ciptaan Allah yang berbeda dengan jin dan malaikat, manusia bisa derajatnya lebih tinggi dari malaikat dan manusia bisa pula derajatnya lebih rendah dari jin.

Dan masalah iman pula adalah apa yang dirasakan di dalam hati bahwa itu benar yang tanpa ada kebohongan didalamnya karena itu bersumber dari hati yang paling dalam akan sebuah kebenaran, yang kadang orang mengakatakan sesuatu kebohongan namun dalam hatinya yang paling dalam menggap itu adalah sesuatu yang salah dan hal inilah yang benar.

Merasakan kenikmatan iman pula bisa dirasakan bila dalam kehidupan dunia kita mendapatkan kebahagian kemudian kita bertemu dengan sang pemilik iman.

Dan Imam berbanding lurus dengan Ilmu dan amal, orang beriman dengan ilmunya dan merasakan keimanan dengan amalnya.

Sehingga sebuah keindahan bila kita bisa merasakan kenikmatan keimanan dan kitapun jangan berputus asa bila iman kita lagi biasa-biasa saja karena yang terpenting kita tidak kehilangan keimanan.

Comments
0 Comments

0 comments:

Post a Comment

Silahkan tinggalkan komen,juga kritik dan masukan yang membangun, terima kasih ...