‘Cerdas’ dengan Menata Mental dalam belajar (1)

Labels: ,




Butiran Ilmu --- Pada kesempatakan kali ini, saya akan menuliskan sebuah artikel kepada kawan-kawan sekalian, tentang ‘cerdas’ dalam menata mental dalam belajar. Yang mana, ketika kita bisa menata mental kita dalam belajar,  maka kita akan menjadi pribadi yang selalu bersemangat ,tidak berputus asa dalam belajar dan menuntut ilmu.

Di mulai dengan sebuah ungkapan mengatakan, ”pikiran menentukan arah, sementara mental memberikan suntikan energi, yang akan menghasilkan tindakan, menata pikiran akan mempermudah kita untuk menata mental, Pikiran-pikiran positif akan cenderung membentuk mental yang positif, dan sebaliknya pikiran-pikiran yang negatif akan dengan mudah mematikan kedahsyatan mental kita.”

Dalam hal belajar kita membutuhkan penataan pikiran, agar tidak ada noda-noda pikiran negatif yang akan membentuk mental kita menjadi negatif. Pikiran ‘merasa bodoh’ akan membentuk mental kita kurang bersemangat dan tidak memiliki kemauan.

Pikiran ‘tidak bisa’ akan membentuk mental kita kurang memiliki keberanian untuk mencoba banyak hal. Oleh karena itu, penataan pikiran harus diarahkan juga untuk menata mental kita. Setidaknya ada beberapa langkah yang dapat di tempuh dalam menata mental kita, yaitu:
1.      Menumbuhkan kemauan
2.      Melahirkan efikasi diri
3.      Mendayakan kesabaran
4.      Menciptakan zona nyaman (Dwi Budiyanto; 2012)


Menumbuhkan kemauan
Pertama ialah menumbuhkan kemauan. Kemauan merupakan sumber energi yang menggerakkan seseorang untuk beramal dan termasuk didalamnya adalah belajar. Ia merupakan dorongan dalam diri kita untuk melakukan suatu yang dapat menjadikan kita berprestasi. 

Mereka yang berkemauan kuat akan menggapai kesuksesan dengan baik. Ada dorongan dalam dirinya untuk selalu berbuat dan berkarya, Kemauan dan tekad merupakan modal untuk melahirkan tindakan. Jika pikiran merupakan akar yang membentuk karakter, maka kemauan dan tekad merupakan jembatan yang menghubungkan antara pikiran dan tindakan.

Namun yang menjadi permasalahan di zaman sekarang ini, manusia lebih cenderung berpikiran instan, usaha yang minimal tetapi mengharapkan hasil yang maksimal. Banyak yang melarutkan pikiran mereka dalam angan-angan kosong tanpa tindakan nyata.

Pertanyaannya kemudian,  bagaimana kita menumbuhkan kemauan yang kuat dalam belajar? Mungkin ada banyak jawaban, akan tetapi sesungguhnya kita bisa menumbuhkan kemauan kita dengan dimensi diri yang kita miliki, yaitu; dimensi pikir, dimensi emosional, dimensi spiritual, dan dimensi fisik. 

Yang kemudian harus kita lakukan adalah menemukan ‘pemicu’ dari keempat dimensi diri kita, lalu berusaha memanfaatkannya. Setidaknya ada empat hal yang dapat menjadi pemicu dimensi diri yang kita miliki, yakni (1) Obsesi dan Kuriositas, (2) Cinta, (3) Muraqabah, dan (4) Gerak ....

(Tentang Obsesi dan kuriositas, cinta, Muraqabah, dan Gerak Akan di bahas pada artikel salanjutnya ...)

Comments
0 Comments

0 comments:

Post a Comment

Silahkan tinggalkan komen,juga kritik dan masukan yang membangun, terima kasih ...